Minggu, 20 September 2026 Berita Terkini & Terpercaya
Lumbung Padi AnabLumbung Padi Anab
Lumbung Padi Anab - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Berita › Novel Baswedan Duga Pelaku Penyiraman Air Keras ke...
Berita

Novel Baswedan Duga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Terorganisir

Novel Baswedan, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie

Novel Baswedan Duga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras Terorganisir

Novel Baswedan, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa brutal yang terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026, tersebut dinilai sebagai sebuah tindakan kejahatan yang sangat serius dan biadab. Novel, yang juga merupakan penyintas kasus serupa pada 2017 lalu, menyampaikan keprihatinan mendalamnya karena korban adalah seorang pejuang kemanusiaan yang berintegritas . Menurutnya, serangan terhadap individu kritis seperti Andrie tidak hanya melukai fisik korban, tetapi juga merupakan bentuk teror terhadap masyarakat sipil yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

Dalam konferensi pers di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat, Novel Baswedan menyatakan keyakinannya bahwa aksi penyerangan tersebut memiliki motif untuk menghilangkan nyawa Andrie Yunus. Keyakinan ini didasari oleh modus operandi pelaku yang menyiramkan cairan keras tepat ke area wajah korban. Novel menjelaskan bahwa serangan terarah ke wajah sangat berisiko menyebabkan kematian karena dapat mengakibatkan gagal napas, selain tentunya bertujuan untuk membuat korban cacat permanen . “Begitu jahatnya pelaku ini,” tegas Novel di hadapan awak media, menggambarkan keganasan aksi tersebut .

Setelah menyaksikan rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian, Novel Baswedan semakin menguatkan dugaannya bahwa aksi ini bukanlah kejahatan jalanan biasa. Ia melihat adanya pola-pola tertentu yang menunjukkan bahwa penyerangan berlangsung secara terstruktur. “Pelakunya enggak satu motor yang berdua gitu, enggak, terorganisir! Ada simbol-simbol yang dia lakukan di lapangan sehingga ketika menyerang itu begitu terorganisir,” ungkap Novel. Pernyataan ini menegaskan bahwa ada lebih dari sekadar dua pelaku di lapangan, melainkan sebuah jejaring yang merencanakan aksi tersebut dengan matang .

Lebih lanjut, Novel Baswedan mendesak aparat kepolisian untuk tidak hanya menangkap para eksekutor di lapangan. Ia menekankan pentingnya pengusutan menyeluruh hingga ke aktor intelektual atau dalang di balik peristiwa ini. Menurutnya, kejahatan terorganisir seperti ini pasti melibatkan perencanaan yang kompleks dan pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu di belakang layar. “Semua orang yang terlibat harus diusut, aktor intelektualnya harus disentuh, dijangkau dan diberi pertanggungjawaban yang berat,” desaknya, mengingatkan agar kasus ini tidak mandeg di level pelaku lapangan saja .

Menyadari besarnya dampak kasus ini terhadap iklim demokrasi di tanah air, Novel Baswedan juga meminta perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Ia mendorong Presiden untuk memberikan atensi penuh terhadap proses penyidikan dan memberikan dukungan penuh kepada Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar dapat mengusut tuntas kasus ini. “Saya juga mendesak Pak Presiden agar memberikan perhatian perkara ini dan memberikan dukungan pada Polri untuk bisa mengusut sungguh-sungguh agar semua pelakunya bisa diberikan hukuman seberat-beratnya,” ujar Novel .

Meskipun mendesak pengusutan tuntas, Novel Baswedan juga mengapresiasi langkah cepat yang telah diambil oleh pihak kepolisian pasca-kejadian. Ia mengakui bahwa Polri telah bergerak dengan melakukan investigasi, mengecek rekaman CCTV, dan memeriksa sejumlah saksi. Apresiasi juga ia sampaikan kepada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) yang telah memberikan pelayanan medis terbaik bagi kesembuhan Andrie Yunus. Sikap apresiatif ini menunjukkan dukungan Novel terhadap upaya penegakan hukum, selama dilakukan secara profesional dan transparan .

Novel Baswedan Duga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras  Terorganisir

Baca Juga : Menag Nasaruddin Bebas dari Sanksi Pidana karena Lapor soal Jet Pribadi Sebelum 30 Hari

Berdasarkan fakta yang dihimpun, Andrie Yunus disiram air keras oleh dua orang tak dikenal menggunakan sepeda motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, pada pukul 23.37 WIB. Saat itu, Andrie baru saja pulang dari kegiatan perekaman podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor YLBHI. Akibat serangan tersebut, Andrie Yunus menderita luka bakar hingga 24 persen di sekujur tubuhnya, meliputi wajah, kedua tangan, dada, dan mata. Kondisi ini membenarkan kekhawatiran Novel tentang dampak fatal dari serangan yang menyasar area vital tersebut .

Keseriusan indikasi kejahatan terorganisir semakin diperkuat oleh fakta bahwa Andrie Yunus diduga telah menjadi target penguntitan. Ketua Umum YLBHI, M. Isnur, mengungkapkan bahwa berdasarkan bukti yang mereka miliki, Andrie telah diintai selama beberapa hari sebelum kejadian, mulai dari kediamannya hingga tempat-tempat yang ia kunjungi, termasuk kantor Celios dan YLBHI. Seluruh aktivitas penguntitan ini terekam jelas oleh CCTV, yang seharusnya menjadi petunjuk krusial bagi kepolisian untuk mengungkap jaringan pelaku .

Dukungan agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya juga datang dari Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra. Yusril menegaskan bahwa pola serangan yang terjadi menunjukkan indikasi perencanaan yang terorganisir. Ia pun memerintahkan Polri untuk tidak hanya menangkap pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar aktor intelektual dan motif di balik penyerangan tersebut. “Pola serangan yang dilakukan tampaknya terencana dan terorganisir, sehingga pengungkapan peristiwa ini tidak boleh berhenti di tingkat eksekutor,” tegas Yusril .

Yusril Ihza Mahendra juga menyebut aksi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus bukan sekadar kriminalitas biasa, melainkan sebuah serangan terhadap demokrasi itu sendiri. Ia menjelaskan bahwa aktivis HAM bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara sesuai amanat konstitusi. Oleh karena itu, menyerang mereka, meskipun memiliki pandangan yang berbeda, adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam negara demokrasi. Pemerintah, lanjutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, tidak akan memberi toleransi terhadap segala bentuk kekerasan .

Menanggapi desakan dari berbagai pihak, Polri melalui Kadiv Humas Irjen Johnny Eddizon Isir menjamin bahwa kasus ini akan diusut secara tuntas. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo disebut telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus ini. Pengusutan dilakukan secara profesional dengan pendekatan ilmiah (crime science investigation) dan melibatkan jajaran dari Polres Metro Jakarta Pusat, Polda Metro Jaya, hingga Bareskrim Mabes Polri. Hal ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap penegakan hukum di Indonesia .

Pengalaman pahit Novel Baswedan yang hingga kini matanya kiri mengalami kebutaan akibat penyiraman air keras pada 2017 menjadi cermin kelam dalam kasus ini. Ia tidak ingin nasib serupa menimpa Andrie Yunus tanpa ada kejelasan hukum. Kasus Novel sendiri hingga saat ini masih menyisakan tanda tanya besar terkait dalang intelektualnya. Hal ini juga disorot oleh Ketua Komisi XIII DPR, Willy Aditya, yang meminta agar polisi tidak mengulangi kelemahan dalam mengungkap kasus Novel dan harus bisa membongkar otak di balik teror terhadap Andrie .

Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam jumpa pers di YLBHI kompak menyatakan perlawanan terhadap aksi teror ini. Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, menegaskan bahwa rasa takut telah lama dikubur dalam-dalam dan aksi teror tidak akan menghentikan langkah mereka membela hak asasi manusia. Ia mencontohkan pembunuhan Munir dan berbagai serangan ke kantor KontraS yang tak pernah menyurutkan semangat perjuangan mereka. Koalisi juga mengancam akan membentuk tim investigasi independen jika kepolisian lamban dalam mengusut kasus ini .

Para pegiat HAM memandang kasus ini sebagai ancaman serius terhadap ruang kebebasan sipil di Indonesia. Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), Rizky Argama, menekankan bahwa serangan terhadap Andrie Yunus tidak bisa dilihat sebagai kriminal biasa, melainkan ancaman terhadap prinsip negara hukum yang menjamin kebebasan warga menyampaikan pendapat. Jika pembela HAM bisa diserang secara brutal di ruang publik tanpa perlindungan, maka yang dipertaruhkan adalah integritas sistem demokrasi dan kepercayaan publik .

Dengan berbagai tekanan dan desakan dari masyarakat sipil, pemerintah, dan DPR, publik berharap kasus ini menjadi titik balik penegakan hukum di Indonesia. Tidak hanya para pelaku lapangan yang harus ditangkap, tetapi jaringan terorganisir yang merencanakan aksi biadab ini harus dibongkar hingga ke akar-akarnya. Pengusutan tuntas kasus Andrie Yunus akan menjadi bukti nyata komitmen negara dalam melindungi aktivis HAM dan memastikan bahwa teror tidak akan menjadi alat untuk membungkam kritik di era demokrasi

Tags: Andrie Yunus Novel Baswedan Wakil Koordinator Komisi

Baca Juga: zakotu.net